Info Kabupaten Kapuas

Mengumpulkan serta Berbagi Informasi dan Berita Tentang Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah

94 Warga Desa Sei Adam Terserang Penyakit Kulit, Dinas Kesehatan Tetapkan Status KLB

pada 21 April, 2018

Sebanyak 94 warga Desa Sei Asam, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, terserang penyakit gatal sejak Jumat (13/4/2018).

Menindaklanjuti kasus itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas telah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) dermatitis (peradangan kulit).

Petugas puskesmas dibantu jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas terus melakukan upaya pengobatan terhadap warga yang terserang penyakit itu secara berkesinambungan.

Kabid Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kapuas dokter Tri Setia Utami, Kamis (19/4/2018), mengatakan bahwa status KLB ditetapkan karena korbannya cukup banyak dengan lokasi tempat tinggal berdekatan.

“Awalnya hanya beberapa orang yang terkena penyakit kulit. Namun, ternyata menular ke yang lainnya. Pantauan kita penyakit itu terjadi akibat lingkungan yang kurang bersih,” ujar dokter Tri.

Maka dari itu, pihaknya menganjurkan warga Desa Sei Asam untuk menjemur kasur dan merebus pakaian mereka. Upaya itu untuk menghilangkan kuman atau bakteri yang mungkin menjadi penyebab penyakit gatal.

“Untuk itu perlu upaya radikal yakni seluruh masyarakat bersama-sama membasmi penyakit tersebut dengan cara menjemur kasur, merebus baju, seprai, serta buka jendela dan pintu. Ini untuk menjaga kesehatan lingkungan. Masyarakat harus biasa menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar Tri lagi.

Ditanya apa penyebab penyakit kulit itu, Tri mengatakan bahwa sejauh ini belum diketahui pasti. Namum, dari gejala klinis dan pola penyebaran, diduga scabies.

“Ini hanya dugaan sementara ya. Untuk pastinya harus dilakukan kerokan kulit dilihat di bawah mikroskop. Ada tidak itu scabiesnya (parasit sangat kecil),” sebutnya.

Dengan terjadinya kasus ini, Puskesmas Barimba dibantu dari jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas sudah melakukan pengobatan dan penyuluhan.

Penyuluhan juga melibatkan lintas sektor, mulai pihak kecamatan hingga aparat pemerintahan desa.

Sumber: https://www.borneonews.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: